03 Maret 2008

Pengalaman Saya Lepas dari Kacamata -4.50

Saya memakai kacamata sejak usia 14 tahun hingga 40 tahun. Dimulai dengan -0.50 D dan -0.75 dan mencapai puncaknya semasa mahasiswa yakni -4.50 D. Ditambah “bonus” silindris -1.00 setelah sekian lama memakai kacamata.

Selama 26 tahun saya telah merasakan segala penderitaan dan repotnya memakai kacamata. Kacamata pecah, hilang , tidak nyaman di pakai, batang hidung tertekan, belakang telingga sakit karena jepitan tangkai kacamata adalah pengalaman yang menyusahkan. Belum terhitung lagi repotnya saat kehujanan atau kacamata beruap saat menikmati makanan panas, membuat lengkap keluhan saya terhadap kacamata.

Setiap kali kacamata bertambah tebal, saya sangat kuatir . Dokter mata saya mengatakan bahwa tidak ada cara untuk menyembuhkan mata saya. Masyarakat menggangap biasa terhadap masalah kacamata. Saya selalu bertanya-tanya apakah penglihatan saya tidak dapat disembuhkan ? Di dunia yang begini luas, masakan tidak ada yang menyelidiki masalah ini ?

Menenemukan Titik Terang

Kengundahan hati saya terhadap kacamata makin bertambah. Selain karena kacamata yang makin tebal, juga karena kacamata isteri saya yang melaju melebihi saya. Dia pada pernah memakai kacamata -8.00D. Kesulitannya tampaknya menutupi kesulitan yang saya rasakan. Saya merasa sangat merindukan ada titik terang dalam hal ini.

Pada tahun 2003, saya berkesempatan berada di Singapura. Saya menyempatkan diri mencari buku tentang mata. Pada rak yang tidak terlalu menarik perhatian, secara kebetulan saya menemukan sebuah buku “ Better Eyesight Without Glasses” karangan Dr. William Bates, MD.

Setelah memeriksa dan membaca sepintas lalu, saya baru menyadari bahwa penulisnya telah lama meninggal dunia (1931) dan tidak banyak buku sejenis yang mendukungnya. Beberapa keraguan saya timbul, apakah isi buku isi dapat dipercaya. Keraguan lain adalah berapa lama saya dapat sembuh ?

Perjalanan Pencarian Dimulai : Setengah Hati dan Sepenuh Hati

Rupanya sebuah titik terang membawa kepada terang berikutnya. Saya dapati beberapa informasi tentang perbaikan penglihatan di internet. Saya pesan beberapa buku dari Amerika via internet. Kemudian beberapa buku sejenis saya temukan di Singapura, dan Malaysia semuanya dalam bahasa Inggris.

Setiap ada kesempatan, saya mencoba-coba penglihatan saya. Sambil pada waktu yang bersamaan melanjutkan membaca buku-buku tersebut. Karena tidak ada contoh yang saya dapat lihat dan bertanya, kemajuan saya dapat dikatakan lambat. Kerajinan pun tidak tetap. Namun perjalanan pencarian dan percobaan pada diri sendiri telah dimulai…

Saya mendapati bahwa cukup banyak orang yang berbicara dan menulis tentang kesembuhan dari kacamata. Setelah merasa banyak pendukung, saya mulai berani mencoba, namun dengan setengah hati dan sambil lalu.

Suatu ketika, beberapa bulan setelah membaca buku Dr. Bates, saya berlibur ke pantai Pelabuhan Ratu. Seharian saya dan keluarga dalam keadaan santai dan menikmati pemandangan alam. Ketika dalam perjalanan pulang saya lupa mengenakan kacamata, sementara isteri saya yang menyetir mengenakan kacamata. Betapa terkejutnya saya, ketika saya dapat membaca jelas sebuah petunjuk jalan, sedangkan istri saya tidak dapat.

Pemikiran saya saat itu adalah mungkin penglihatan saya telah membaik !

Semakin saya yakin bahwa Dr Bates benar, semakin banyak buku pendukung yang sejenis yang saya dapatkan. Saya dapati seorang penulis bernama Meir Scneider yang bahkan sembuh bukan hanya dari kacamata tetapi kebutaan !

Kemudian saya menemukan Dr Lorraine day (www.drday.com) yang sembuh dari kacamata plus-nya setelah mengikuti nasihat Dr. Bates. Penulis buku “Relearning to See” adalah Thomas Quakenbush, seorang yang tadinya pemakai kacamata dan softlens -8.00D yang sembuh dan sekarang menjadi pengajar metode Dr. Bates. Dalam bukunya dicantumkan komentar dari ratusan orang yang telah mengalami penglihatan yang lebih jelas, tanpa kacamata !

Dorongan

Suatu kali saya diundang seminar di suatu tempat, para pendengar sangat tertarik dan antusias dengan hal yang bagi mereka baru ini. Di antara para peserta, ada sorang dokter dan seorang master di bidang olahraga dan kesehatan alami, yang adalah orang-orang yang profesional, memberikan dorongan untuk menulis buku. Saya telah diberi semangat oleh orang yang terhormat.

Dorongan terbesar dari dari isteri saya, yang dengan semangat dan penuh keyakinan mengundang staff dan rekan-rekan seprofesinya untuk mendengarkan seminar saya. Semua peserta memberi komentar dan sambutan yang sangat positif. Bahkan seorang peserta, guru piano, mengirimkan sms sehari setelah seminar dan mengatakan bahwa dia dapati kacamatanya turun -2.00 dalam waktu 2 hari (dari -5.00 menjadi -3.00) .

Setiap kali saya bertemu dengan beberapa sahabat saya yang telah saya bantu dengan program ini, mereka selalau meberikan laporan kemajuan yang positif. Seorang sahabat saya berkata, “ Luar biasa, saya sekarang bisa membaca Alkitab yang hurufnya kecil sekarang !”. Tadinya dia memaki kacamata baca. Yang lain ketika bertemu, berkata, “ Terima kasih untuk program latihannya. Dulunya saya malas membaca buku dan jarang tamat, karena letih dan harus pakai kacamata. Sekarang saya baru selesaikan sebuah buku tebal. Tidak disangka!”

Dorongan yang sangat berharga tersebut, telah membuat saya memberanikan diri membagikan pengalaman ini.

Semoga berguna bagi para pembaca yang budiman.

21 Februari 2008

Seminar dan Pelatihan

Seminar dan Pelatihan di Bandung : 7 dan 20 Maret 2008. Email : melihatjelas@gmail.com

24 Januari 2008

Kacamata dan Akibat Sampingannya

Kacamata dan Akibat Sampingannya

Kacamata adalah solusi “umum” untuk mata buram. Tetapi solusi sementara  yang tidak mencari penyebabnya ini selalu mengakibatkan efek samping.

Semua orang pada umumnya “menolak” kacamata untuk pertama kali memakainya. Benda asing tersebut terasa aneh. Bahkan sebagian orang merasa mual dan pusing. Mereka harus membiasakan diri dengan benda baru tersebut selama beberap hari.

Namun setelah terbiasa memakainya, maka timbullah beberapa akibat sampingan.

Beberapa efek sampingnya diuraikan dibawah ini :

1.       Pemakaian yang terus menerus mengakibatkan turunkannya penglihatan. Semua pemakai kacamata  telah mengetahui dari pengalaman mereka. Huruf yang tadinya terlihat agak buram, setelah agak lama memakai kacamata, malah tidak terbaca.

2.       Walaupun jelas, gambar yang terlihat lewat kacamata terdistorsi. Kacamata mata tidak pernah menyempurnakan penglihatan sepenuhnya. Misalnya warna. Intensitas warna berubah dengan adanya lensa. Orang yang memeriksa ketepatan warna, biasanya harus mlepaskan kacamatanya untuk memastikan kecocokan suatu warna.

Gambar yang terlihat tidak riil/nyata. Untuk kecamata minus, gambar sering terlihat mengecil, melengkung atau menjauh. Hal ini menimbulkan ilusi : jarak benda tidak riil, ilusi warna .

3.       Kacamata menimbulkan ketegangan otot mata, bila dipakai terus menerus. Akibatnya adalah penurunan penglihatan. Selanjutnya kacamata makin tebal.

4.       Kacamata mengurangi sudut penglihatan (field of vision). Bagian yang jelas dari kacamata adalah bagian tengahnya, sedangkan melihat melalui tepi kaca tidak jelas. Itu sebabnya pemakai kacamata jarang melirik atau melihat ke samping. Ini membuat otot kaku dan tegang.

5.       Kacamata menimbulkan iritasi dan tekanan pada hidung dan samping telinga. Pada saat berkeringat posisinya selalu merosot.

6.       Kacamata mengganggu gerak.

7.       Dengan terbiasa memakai kacamata, maka kebiasaan mata normal yaitu sentralisasi/fokus menjadi hilang.

8.       Mata para pemakai kacamata terlihat lebih sipit, bila kacamata dilepas.

 

Mengapa efek samping terjadi ? Alasannya:

1.       Kacamata dengan ketebalan yang tetap, tidak dapat selalu tepat membetulkan  penglihatan kita. Ketajaman mata tidak pernah konstan/tetap. Pagi, siang, atau malam penglihatan kita tidaklah sama. Demikian juga saat rileks atau stress, cukup tidur atau kurang tidur-semuanya mempengaruhi ketajaman penglihatan.

2.       Kacamata diresepkan untuk melihat jelas pada jarak 6m. Bila dipakai untuk melihat jarak 1 m, maka lensa terlalu kuat 6 kali.

Tidak ada beda apapun yang dapat mengantikan mata yang normal dan sehat.

Kabar baiknya adalah : Anda bisa kembali melihat jelas tanpa kacamata ! Saya telah mengalaminya. Banyak orang lain telah mengalami perbaikan bahkan yang sembuh. Dengan mencobanya Anda akan percaya.

Salam dari Bandung,

Benyamin G. Yonas

 


11 Januari 2008

CLEAR VIEW PINHOLEGLASSES sebagai alat Latihan

“Lazy eye” adalah istilah untuk mata yang “malas” sebab lebih buram/lemah penglihatananya. Mata yang lebih jelas disebut “dominant eye”. Melatih lazy eye, perlu dengan sering menutup mata yang dominan. Hal ini bias dilakukan dengan perban, kain atapenutup (eye patch). Namun, Nampak aneh kan, seperti bajak laut.... Ini yang saya lakukan : tutup bagian dalam pinhole dengan kertas karton. Rekatkan dengan double tape atau apa saja asal jangan mudah lepas. Maka hanya sebelah mata yang melihat lewat pinhole. Mata yang satunya terhalang oleh karton hitam. Keadaan ini akan melatih mata yang lazy dan menonaktifkan mata yang dominan. Selamat mencoba !

19 Desember 2007

KOMENTAR PESERTA SEMINAR DAN LATIHAN (11 Oktober 2007)-Bandung

"Seminar ini singkat, jelas dan sistematis. Mudah dimengerti. Bapak Benyamin melakukan tindakan yang sangat mulia. Saya merasakan ada ikemajuan pada penglihatan saya hanya dalam 1x latihan. Saya dyakin metode adalah cara yang sangat jitu." Ir. Johan Kodiat, 67 tahun.
"Setelah mengikuti latihan ini, saya jadi lebih rileks dan lebih pe-de melihat tanpa kacamata." Lidia Kodiat,26 tahun, dokter dan guru piano.
"Mata kanan saya lebih parah...terus dikasih tahu otak saya perlu keseimbangan antara pengetahuan dan menikmati hidup. Terima kasih sudah diingatkan. Saya jadi lebih termotivasi untuk latihan dan santai menjalani hidup." Fenny, 26 tahun, Bandung
" Program yang cool banget. Penjelasan asyik. Latihan sesuai. Tempat latihannya enak (sepi). Tadinya saya pakai kacamata -5.00. Besoknya coba pakai -3.00 dan jelas ! " Dian,25 tahun, Bandung
"Sebelum mendengarkan seminar ini, saya tidak pernah mau jauh dari kacamata. Tetapi setelah latihan, saya jadi pe-de melihat tanpa kacamata. Saya percaya latihan ini akan membuat mata saya normal lagi dan melihat betapa indahnya dunia ini lagi !" Yuti Lauda, 23 tahun, Bandung
" Penglihatan saya membaik. Tadinya -6.00 sekarang jadi -5.50 setelah latihan beberapa kali. Saya ingin sekali sembuh." Herwanti, 40 tahun, Bandung
"Pengalaman dan pengetahuan yang benar-benar baru dan menarik. Membangun semangat untuk latihan ..hehe..Mungkin saya akan sering tidak pakai kacamata... kecuali kepaksa." Tjin Sen, 26 tahun, Bandung
"Saya senang mengikuti seminar ini, karena metode yang diajarkan sangat menarik dan bagus." Helena, 28 tahun, Bandung
"Dapat merubah persepsi, bahwa mata minus bisa sembuh !" Christian Reza E., Gitaris, Bandung
"Seneng banget...jadi ada harapan untuk sembuh." Diana, 22 tahun,Mahasiswa, Bandung
"Bagus sekali. Di latihan awal saja, saya sudah jadi lebih jelas." Royke Ng, 25 tahun, Bandung
"Ternyata metode Bates ini bisa membantu. Dulu pernah baca, tapi tidak pernah dipraktekkan. Sekarang kenal dengan orang yang pernah sukses sembuh, saya merasa lebih yakin." Fauzie,Musisi,25 tahun, Bandungme

14 Desember 2007

Buku Berikutnya : dalam pengembangan

Menolong Anak-anak Bebas Kacamata
Saya sedang mencoba beberapa metode yang efektif untuk mengembalikan penglihatan anak-anak untuk normal kembali. Anak-anak senang bermain. Metode yang dikembangkan juga haruslah dengan bermain agar efektif.
Saat ini myopia (rabun jauh/mata minus) pada anak-anak telah mengkhawatirkan.  
nAsiaweek, 16-06-2000 menyebutkan di Hongkong, 3 dari 5 siswa SD berkacamata. Di tingkat Universitas, 9 dari 10 mahasiswa berkacamata.
n
nSingapore: Straits Times, 13 February 2003. Anak berkacamata : 1 dari 4 saat kls  1  dan 1 dari 2 saat kelas 6. Fakta lain : 79% pemuda/i (16-25thn) berkacamata
 
Tidak ada data di Indonesia. Namun dari pengamatan, kondisi akan mendekati Singapura dan Hongkong, khususnya di kota-kota besar.

Latihannya Bagaimana?

Disclaimer : Walaupun metode dan prinsip latihan ini adalah natural dan tidak berefek samping, namun setiap orang yang ingin berlatih dengan metode ini, bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.
 
Beberapa orang menanyakan berapa lama proses sampai sembuh. Sukarnya pertanyaan ini adalah sama dengan menjawab, "Berapa lama waktu dibutuhkan untuk belajar bahasa Inggris sampai lancar?".
Saya sendiri adalah pemakai kacamata selama 26 tahun (sejak umur 14-40 tahun). Sekarang usia 44 tahun dan sudah sekitar 4 tahun dapat melihat normal tanpa kacamata.
Pelayanan ini baru dimulai bulan September 2007, atas dorongan keluarga, beberapa teman dan seorang dokter. Selama beberapa bulan ini, telah ada banyak peserta seminar saya yang turun minus/plus/silindrisnya dalam 1x latihan saja. Hal terhebat yang saya saksikan adalah seorang peserta dengan minus 5.00, turun jadi -3.00 keesokan setelah ditest di toko optik. Ada yang agak lambat, turun minusnya dari -8.00 jadi -6.00 dalam 2 bulan. Tidak lama lagi kesaksian mereka akan ditampilkan di webblog www.melihatjelas.blogspot.com
 
 
Penyebab Mata Buran dan Latihannya
Beberapa orang salah mengerti tjuan dan cara proses sembuh dari kacamata ini. Itu sebabnya saya tuangkan dalam bentuk tulisan dan alat bantu.
Saat ini saya menulis sebuah booklet latihan ("Melihat Jelas Tanpa kacamata - Harapan baru untuk pemakai kacamata minus, plus dan Silindris") dan Clear View Pinholeglasses (kacamata bantu- yang sebenarnya tanpa kaca).
 
Dalam booklet saya uraikan tentang prinsip dari melihat jelas, yaitu : pikiran dan otot mata harus rileks maka mata akan melihat lebih jelas.
Semua teori ini bermula dari Dr William Bates, MD, ophthalmologist.Penyebab mata buram adalah ketegangan (strain) pada otot mata. Penyebab ketegangan ini bisa dari berbagai sebab atau kombinasinya.
Beberapa penyebab yang telah saya baca dan selidiki (terhadap sekitar 100 orang di Bandung) adalah :
1. Stress - multitasking -kebingungan - depresi dan sejenisnya yang berhubungan dengan pikiran.
2. Wrong habit dalam menggunakan mata -kurang kedip, kurang "shifting'/change focus dan kurang gerak badan.
3. Kurang tidur dan/atau tidur terlalu malam (diatas jam 10)
4. Kurang cahaya alami - sinar matahari.
5. Imbalaced mind/imblanced life.
6. Kacamata
Data penelitian saya( data +/- 100 orang) menunjukkan dengan meyakinkan bahwa pemakaian kacamata secara kontiniu menyebabkan progressive myopia(-), hypermetropia (+) dan silidris. Data ini sesuai dengan pendapat Dr. William Bates (1860-1931) - ahli mata yang pendapatnya saya ikut dan yakini.
 
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa bilamana semua penyebabnya dapat dihilangkan atau dikurangi, maka penglihatan akan membaik dengan sendirinya.
Adapun latihan hanyalah cara untuk menjadi "habit". Bila sudah menjadi habit, maka tidak perlu disebut "latihan".
Itu sebabnya tidak ada batasan waktu latihan. Dalam buku saya dianjurkan 5 menit. Tentu saja boleh lebih. Malah semakin bagus.
 
Latihannya adalah :
1. Stretching dan rileksasi
2. Swinging
3. Shifting kiri kanan
4. Shifting dekat -jauh
5. Pointing / centralization
6. Sunning
7. Palming
 
Faktor penunjang sukses latihan adalah :
1. Lepas kacamata sesering mungkin
2. Olah raga teratur
3. Makan makanan se alami mungkin - Hindari vetsin/MSG
4. Tidur sebelum pk 10 malam; 7-8 jam setiap malam.
5. Hidup seimbang antara waktu bekerja, bersantai dan waktu untuk kerohanian.
 
Mungkin kurang jelas dengan uraian sederhana ini. Paling tidak prinsipnya di mengerti.
Alangkah lebih baiknya kalau hadir di seminar saya atau baca buku saku "Melihat Jelas Tanpa Kacamata" buah pena saya.
 
Saya berdoa semoga, penglihatan kita makin hari makin jelas hingga hari kedatanganNya. Bukan mata badani kita saja, melainkan juga mata hati, mata batin dan mata iman kita.